Pengaruh Ideologi dan Group Think Organisasi Ekstra
Kampus Terhadap Idealisme Kinerja Organisasi Intra Kampus
Ideologi secara praktis diartikan sebagai sistem
dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok
untuk mencapainya. Jika diterapkan untuk organisasi, maka ideologi diartikan
sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis (biasanya
terpampang dalam visi/misi serta AADRT) dan dianggap menyeluruh tentang anggota
dan aktivitasnya, baik sebagai anggota secara individual maupun kehidupan
secara berorganisasi. Ideologi merupakan suatu “belief system” dan karena itu
berbeda dengan ilmu dan filsafat yang secara formal merupakan suatu “knowledge
system” yang bersifat reflektif dan kritis. Ideologi inilah yang dijadikan
sebagai landasan arah kemana organisasi itu bergerak mengudara, setiap
organisasi mempunyai arah dan koridor kerja yang telah disepakati bersama
dengan merujuk pada ideologi yang ia anut. Organisasi Ekstra Kampus adalah
organisasi yang bergerak diluar wilayah kampus dan biasanya berskala Nasional,
organisasi ini masing-masing mempunyai ideologi tertentu. Sedangkan organisasi
Intra Kampus adalah organisasi yang bergerak di wilayah internal kampus,
ideologi yang ia anut biasanya merujuk pada kepentingan pihak internal kampus.
Permasalahannya adalah Organisasi Ekstra Kampus
menggunakan Organisasi Intra Kampus sebagai organ taktis untuk kepentingan
Organisasi Ekstra dan hal ini mengakibatkan Organisasi Intra tidak dapat
menjalankan perannya secara ideal di dalam kampus. Konflik ini merupakan salah
satu akibat dari tekanan ideologi dan groupthink yang terjadi pada
Organisasi Ekstra Kampus. Apalagi jika kepentingan Organisasi Ekstra Kampus
diboncengi oleh Kepentingan Ploitik, Karena pada dasarnya, menurut Aristoteles,
manusia adalah Zoon Politicon, yaitu makhluk yang berpolitik.
Tindakannya pun tidak terlepas dari tindakan politis. Bukan hanya itu, Organisasi
Ekstra Kampus memanfaatkan Organisasi Intra Kampus sebagai lahan menyebarkan
Ideologi dan Groupthink masing-masing yang mereka anut sebagai upaya
untuk mengikat anggotanya. Organisasi Ekstra Kampus mengikat anggotanya tidak
hanya pada proses komunikasi formal namun juga pada proses komunikasi
non-formal. Hal ini mengakibatkan Organisasi Intra Kampus menjadi Kohesif dan
terdegradasinya ideologi serta kewajiban untuk memperjuangkan kepentingan
internal Kampus. Groupthink menyebabkan anggota meletakkan Organisasi
Ekstra Kampus pada prioritas yang lebih tinggi, termasuk bila anggota juga
merupakan pengurus Organisasi Intra Kampus. Hal ini berpengaruh dalam idealisme
kinerja Organisasi Intra Kampus.

Komentar